BRMP Kepri Bergerak Cepat jawab Arahan Mentan: Diseminasi Padi Tahan Kekeringan Hadapi Kemarau 2026
TANJUNGPINANG – Instruksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada petani untuk memanfaatkan varietas padi tahan kekeringan menjelang musim kemarau 2026 mendapat respons cepat dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah potensi kemarau yang diprediksi datang lebih awal tahun ini.
Sejak awal Januari 2026, saat tanda-tanda musim kemarau mulai terasa di wilayah Kepulauan Riau, BRMP Kepri langsung melakukan langkah strategis dengan mendiseminasikan Varietas Unggul Baru (VUB) Cakrabuana Agritan kepada para petani.
Upaya ini dilakukan secara masif melalui Kelompok Substansi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian, khususnya melalui Tim Kerja Penerapan dan Diseminasi, yang aktif melakukan sosialisasi teknologi budidaya serta memperkenalkan varietas padi yang lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan.
Tidak hanya itu, Tim Kerja Pengelolaan Kerja sama dan Penilaian Kesesuaian juga turut berperan dalam menyediakan benih VUB yang toleran terhadap kekeringan sebagai bagian dari inovasi teknologi pertanian yang siap diterapkan petani di lapangan.
Langkah nyata juga terlihat di Kabupaten Bintan. Beberapa waktu lalu, BRMP Kepri turut mendampingi Kelompok Tani Sri Mukti serta sejumlah kelompok tani lainnya dalam mengembangkan VUB Inpari 38 Tadah Hujan Agritan, varietas yang dikenal memiliki kemampuan adaptasi baik pada lahan dengan ketersediaan air terbatas.
Pada tahun 2026 ini, BRMP Kepulauan Riau juga menjalankan kegiatan produksi benih sumber padi spesifik lokasi. Salah satu varietas yang dikembangkan adalah Cakrabuana Agritan label putih (kelas benih dasar) yang nantinya akan menghasilkan turunan kelas benih pokok (SS) berlabel ungu. Benih tersebut direncanakan untuk didiseminasikan lebih luas kepada petani di Kepulauan Riau, baik sebagai varietas unggul baru maupun sebagai inovasi teknologi untuk menghadapi tantangan musim kemarau. Sementara ini, selain memproduksi sendiri, BRMP Kepri menyediakan benih untuk didiseminasikan ke petani melalui UPBS terdekat seperti BRMP Riau dan BRMP Kalimantan Barat.
Penanggung Jawab Swasembada Pangan sekaligus Kepala BRMP Kepulauan Riau, Rudi Hartono, menegaskan bahwa BRMP Kepri berkomitmen penuh dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional.
“BRMP Kepulauan Riau akan terus menjalankan tugas dan fungsi kami, khususnya dalam penyediaan varietas unggul baru yang spesifik lokasi. Varietas yang dikembangkan tentu telah disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan agroekosistem di Kepulauan Riau,” ujar Rudi.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian dan petani menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin dinamis. Dengan penerapan teknologi varietas unggul yang tepat, produksi padi di Kepulauan Riau diharapkan tetap terjaga meskipun menghadapi risiko kekeringan.
Langkah cepat BRMP Kepri ini sekaligus menjadi contoh bagaimana inovasi teknologi pertanian dapat langsung diterapkan di lapangan untuk menjawab tantangan iklim sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dengan semakin luasnya pemanfaatan varietas padi tahan kekeringan seperti Cakrabuana Agritan dan Inpari 38 Tadah Hujan Agritan, harapannya para petani di Kepulauan Riau dapat tetap produktif dan lebih siap menghadapi musim kemarau 2026.